Contoh Teks Anekdot, Menyindir dengan Cara Unik!

Tidak banyak menemukan bahasan tentang contoh teks anekdot di buku pelajaran? Tidak perlu khawatir karena ulasan terkait ada di bawah ini.

Teks anekdot adalah teks yang berisi kritik dan sindirian dengan cara yang unik. Anda dapat menyampaikannya dengan cara santai dan lucu. Tujuan penggunaan teks ini adalah sebagai sindirian yang mengundang tawa dari seluruh pembacanya. Namun bagaimana bentuk teks tersebut? Anda dapat menjadikan contoh teks anekdot dibawah ini sebagai gambarannya?

Apa Ciri Teks Anekdot?

Sebelum memahami gambaran dari teks anekdot, pahami dahulu ciri-ciri teks tersebut. Adapun beberapa ciri yang dimaksud, akan disampaikan dibawah ini:

1. Berisi Sindiran

Hal yang membedakan teks anekdot dengan teks lain adalah berisi sindiran. Sindiran disampaikan sebagai kritik dengan cara penyampaian yang lebih humoris. Teks dibuat tidak terlalu panjang, namun pesan yang diharapkan dapat tersampaikan.

2. Mirip Dongeng

Dalam pembuatan teks anekdot anda harus membuatnya dengan soft. Di mana, nantinya teks memiliki kemiripan dengan dogeng. Teks anekdot akan memanfaatkan tokoh orang atau karakter binatang dalam penyampaiannya. Karenanya, sekilas anekdot dikatakan mirip dengan cerita dongeng.

3. Realitas

Satu ciri khas dari teks anekdot adalah menjadikan sebuah cerita dari realitas. Karenanya teks anekdot memiliki pesan berupa sindiran ataupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa tulisan yang disampaikan berbeda dengan perumpaan. Karena sindiran yang disampaikan tidak menggunakan kiasan-kiasan. Melainkan to the point pada pesan yang disampaikan.

Ketiga ciri ini dapat anda jadikan referensi, apakah teks yang dibaca adalah anekdot atau sebaliknya. Jika ternyata tidak memiliki ketiga ciri di atas, artinya teks tersebut bukan teks anekdot. Lantas, bagaimana gambaran dari teks anekdot yang benar?

Contoh Teks Anekdot Politik

Untuk lebih jelasnya dalam memahami teks anekdot, contoh dibawah ini dapat dijadikan referensi sebelum menuliskannya.

Kursi Pembuat Lupa

Di suatu hari, terdapat dua anak yang tengah bercanda di bawah pohon.

Bambang             : Dimas, ayo kita main tebak-tebakan! Kursi-kursi apa yang membuat lupa ingatan?

Dimas                   : Kursi goyang! Setiap orang yang duduk di atasnya, akan mengantuk dan tertidur. Saat

tidur, semua orang akan lupa.

Bambang             : Walaupun lucu, tapi jawabanmu kurang tepat.

Dimas                   : Lalu, jawabannya kursi apa?

Bambang             : Jawabannya adalah kursi DPR.

Dimas                   : Lho, kok begitu?

Bambang             : Tentu lah, coba ingat, sebelum duduk di kursi DPR, seluruh caleg berjanji bermacam-

macam, agar dapat dipilih oleh masyarakat. Namun setelah merasakan nikmatnya kursi DPR, sejekap orang-orang itu lupa dan hilang ingatan akan janji-janjinya.

Dimas                   : Oh iya, betul juga.

Selain contoh teks anekdot politik, ada beragam teks anekdot lainnya yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. Namun jika ingin membuatnya sesuai dengan realitas terkini, teks anekdot politik merupakan pilihan tepat. Karena banyak isu-isu menarik yang dapat dijadikan pilihan untuk diangkat dan diinformasikan pada masyarakat.

By admin